Mahasiswa Teknik Kimia UNSIKA berhasil mendapatkan Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2022

Beasiswa PF Prestasi merupakan salah satu bentuk kepeduliaan PT Pertamina dan Pertamina Foundation terhadap kemajuan Pendidikan di Indonesia khususnya bagi mahasiswa jenjang strata satu (S1) dari berbagai perguruan tinggi. Beasiswa PF Prestasi merupakan apresiasi kepada mahasiswa berprestasi secara akademik, aktif dalam organisasi atau kegiatan sosial-kemasyarakatan serta memiliki kepeduliaan terhadap lingkungan. Jenis beasiswa yang ditawarkan terbagi menjadi tiga yaitu Beasiswa S1 Reguler (Sobat Bumi), Beasiswa Afirmasi Daerah Operasi dan Beasiswa Vokasi

Tentunya dalam mendaftar beasiswa Pertamina, terdapat persyaratan yang harus dipenuhi bagi para calon penerima beasiswa Pertamina tahun 2022 antara lain merupakan mahasiswa aktif, berkuliah di mitra Pertamina Foundation, IPK >3,00 dari 4,00, tidak sedang mendapatkan beasiswa dari manapun, aktif mengikuti organisasi atau kegiatan sosial kemasyarakatan dan lingkungan, tidak pernah terlibat penyalahgunaan obat terlarang dan tindakan kriminal. Selain itu, pendaftar juga wajib membuat motivation letter dan karya tulis dengan tema “Peduli dan Beraksi Mengurangi Pemanasan Global” dengan ketentuan minimal 3 halaman quarto.

Dilansir dari Instagram @pertamina.foundation, sejak dibuka pendaftaran pada 17 Maret hingga 17 April 2022, terdapat 15.054 mahasiswa yang antusias mendaftar beasiswa Pertamina. Selanjutnya, 1040 mahasiswa lolos tahapan seleksi administrasi diminta untuk membuat motivation letter sebelum mengikuti tahap wawancara. Tahap selanjutnya adalah tahap wawancara yang dinilai oleh staf kemahasiswaan perguruan tinggi hingga jajaran direksi dan dewan pengawas Pertamina Foundation serta perwakilan anak perusahaan PT Pertamina (Persero).  Berbeda dengan seleksi tahun sebelumnya, terdapat satu tahapan baru dalam seleksi beasiswa tahun ini yaitu seleksi akhir berupa Forum Grup Discussion (FGD). Dimana sebanyak 639 mahasiswa ditantang untuk menyampaikan ide, pengetahuan dan tanggapan pro dan kontra atas studi kasus bertema “Mencapai Target G20 melalui Kesehatan yang Inklusif, Transformasi Ekonomi Digital, dan Transisi Energi Berkelanjutan” yang merupakan isu prioritas G20. Setelah proses FGD terpilihlah 420 mahasiswa yang terdiri dari 250 penerima Beasiswa S1 Reguler, 120 penerima Beasiswa Pertamina Afirmasi, dan 50 penerima Beasiswa Pertamina Vokasi.

Salsabila Fitria Ekoputri (20) seorang mahasiswa Teknik Kimia Universitas Singaperbangsa Karawang yang berhasil menjadi salah satu dari 250 penerima Beasiswa S1 Reguler Sobat Bumi. Proses penyeleksian beasiswa ini memakan waktu lima bulan “Awalnya tahu beasiswa ini dari Program Studi Teknik Kimia dan instagram @pertamina.foundation, karena berniat ikut beasiswa ini jadi langsung mendaftar dan melengkapi berkas-berkas seperti transkrip nilai, data prestasi akademik-non akademik, data diri dan karya tulis di website Pertamina Foundation . Kemudian di tanggal 17 Juni ada pengumuman yang lolos seleksi administrasi. Setelah itu peserta yang lolos diminta untuk meng-upload motivation letter maksimal tanggal 23 Juni.”

Tidak hanya Salsabila (20) yang lolos seleksi administrasi, Marchanda Rachmawati Martin (21) mahasiswa Teknik Kimia Angkatan 2019 juga berhasil lolos seleksi administrasi. “Setelah mengetahui kabar lolos seleksi administrasi kami berdua tentunya meminta bimbingan kepada Dosen kami yaitu Ibu Dessy Agustina Sari, ST., MT. dan melakukan trial interview. Di tanggal 6 Juli baru rilis jadwal wawancara beasiswa pertamina sobat bumi ini, dimana Universitas Singaperbangsa Karawang dapat jadwal wawancara di tanggal 15 Juli. Di tahap ini saya di wawancarai oleh pihak rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang dan juga dewan pengawas Pertamina Foundation.”

Sempat merasa gugup namun wawancara berhasil dilalui olehnya “Ya betul, di awal wawancara sempat gugup tapi kedua dewan juri mengingatkan untuk tetap santai dan jangan terburu-buru. Setelah itu tiba-tiba rasa gugupnya hilang justru kita jadi kayak ngobrol  biasa dan Alhamdulillah wawancara berjalan dengan lancar”.

Setelah berhasil melalui seleksi wawancara, peserta yang lolos akan melangkah ke tahap selanjutnya yaitu seleksi Forum Grup Discussion “Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang yang lolos seleksi wawancara kemudian mengikuti seleksi FGD di tanggal 8 Agustus, peserta akan menyampaikan tanggapan pro dan kontra atas isu yang disampaikan oleh moderator. Isu-isu yang disampaikan ini berkaitan dengan isu prioritas G20”

Menurutnya, melalui seleksi ini dapat melek akan permasalahan yang terjadi saat ini “Walaupun seleksi FGD ini baru diadakan di tahun 2022, tapi menurut saya FGD ini sangat penting karena ini menjadi salah satu cara bagaimana kita mengekspresikan ide, pengetahuan maupun pengalaman secara tajam dan mendalam terkait permasalahan yang ada. Selain itu juga kita dapat mendengarkan tim lain dalam beropini baik itu secara pro maupun kontra. Dengan hal ini kita dapat belajar secara langsung bagaimana team work sebagai bagian dari team building

Gadis kelahiran Kabupaten Indramayu tahun 2001 ini mengungkapkan rasa bangganya karena telah menjadi bagian dari Beasiswa Pertamina Sobat Bumi 2022 “Alhamdulillah, menjadi suatu kebanggaan bagi diri saya karena bisa menjadi bagian dari SOBI dan tentunya saya sangat bersyukur bisa terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Pertamina tahun 2022 dari 15.054 mahasiswa yang mendaftar. Semua yang saya dapatkan ini tidak lepas karena adanya dukungan yang kuat dari kedua orang tua, teman-teman dan juga terkhusus untuk Ibu Dessy Agustina Sari yang telah memberikan bimbingan penuh selama proses seleksi Beasiswa Pertamina Sobat Bumi tahun 2022 ini. Saya sangat berharap dengan terbukanya beasiswa ini bisa menjadi jembatan bagi mahasiswa Teknik Kimia Universitas Singaperbangsa Karawang khususnya agar dapat berprestasi, peduli bumi sekaligus melestarikan budaya Indonesia bersama Pertamina.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *