Mahasiswa Berprestasi Universitas Singaperbangsa Karawang 2022

Selasa 28 Juni 2022, Vina Syofiyatul Ulfa mahasiswa Teknik Kimia Universitas Singaperbangsa mendapatkan penghargaan yaitu sebagai mahasiswa berprestasi I pada tingkat universitas. Jenjang ini dia dapatkan setelah lolos melewati antar tingkat program studi se-Fakultas Teknik kemudian bertarung kembali di level universitas (bersaing dengan fakultas lainnya yang ada di Unsika). Tahapan dari setiap tingkat sendiri terdiri dari wawancara dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Ulfa, sapaan akrab dari gadis tersebut saat ini telah menyelesaikan perkuliahan semester 6 dan selama hampir 1,5 bulan ke depan menempuh kegiatan Kerja Praktek di PTPN XI pada Pabrik Gula Djatiroto dan Pasa – Jawa Timur. Berdasarkan capaian unggulan yang disajikan dalam panduan, Ulfa mampu melengkapi 10 aspek di dalamnya. Selain pernah aktif berorganisasi, dia juga sering berusaha menciptakan karya di setiap tahun perkuliahannya. Hal ini tidak bisa diselesaikannya sendirian, Koordinator Program Studi S-1 Teknik Kimia (Ibu Dessy Agustina Sari, S.T., M.T.) beserta para dosen Teknik Kimia, para pimpinan di Fakultas Teknik maupun level Unsika sekaligus tenaga kependidikan, dan mahasiswa – mahasiswa lainnya selalu membantunya untuk berkembang. Hal ini disuarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia pada Instagram yang dimilikinya (@himatemiaunsika) turut memberikan ucapan apresiasi prestasi akademik dan juga non-akademik di lingkungan Teknik Kimia Unsika.

Menjadi mahasiswa berprestasi adalah mimpinya sejak memulai perkuliahan di Teknik Kimia Unsika. Tahun 2019, dia menempelkan mimpi-mimpi dalam bentuk tulisan di tembok huniannya, salah satunya bahwa dia akan menjadi mahasiswa berprestasi. Lalu, tahun 2022 Ulfa berhasil mewujudkan mimpi terbesarnya ini.  Dengan capaian ini, dia akhirnya mempercayai dengan kata – kata mestakung atau semesta mendukung dan dengan teori the law of attraction. Di balik prestasi gemilang ini, banyak tantangan yang dihadapi di awal bergabung di program studi ini. Semester 1, kerap kali dia tidak melewatkan kesempatan dan langsung mencatat berbagai tautan kegiatan dalam sebuah buku. Rasa ingin tahunya yang besar membawanya menuju banyak hal. Dia ingin mendapatkan ilmu sebanyak – banyaknya melalui  kesempatan itu dan dia mempunyai tujuan besar bahwa dia ingin membuat dunia lebih baik. Jika diutarakan hal tersebut merupakan klise, tetapi hal itulah yang berhasil membuat dia terbangun dan semangat untuk menjalani hari.

Terjadi perubahan pandangan dari seorang Ulfa dari tahun ke tahun mengenai prestasi, dahulu dia berpikir bahwa orang yang berprestasi adalah mereka yang mampu memenangkan lomba dari kompetisi yang sengit dan bergengsi. Namun, seiring dengan prosesnya Ulfa beranggapan bahwa berhasil membantu orang lain juga merupakan sebuah prestasi. Dari sejumlah penghargaan kecil kepada dirinya sendiri berhasil dia dapatkan. Ulfa mencoba melangkahi anak tangga satu per satu hingga kemudian dihantarkan pada kesempatan besar. Perjalanannya pun tidak selalu mulus karena tentu saja aral melintang yang selalu menyapa. Gadis kelahiran Ciamis itu menyebutkan bahwa rasio kegagalan dan keberhasilannya terpaut sangat banyak. Kegagalan memiliki kadar yang lebih besar dibandingkan keberhasilannya. Meskipun demikian, dia tetap mengapresiasi dirinya karena dia tidak pernah berhenti dan ingin selalu mencoba banyak hal. Maka dari itu yang perlu dipelajari adalah ketekunan dan kegigihan dalam menggapai mimpi. Kunci keberhasilannya meraih semua capaian unggulan itu adalah tekad dan pantang menyerahnya. Ulfa berpesan jika dia ingin dipandang layaknya manusia biasa karena sebuah peribahasa mengungkapkan “duduk sama rendah, berdiri sama tinggi”. Dia berpikir bahwa semua mahasiswa juga bisa mencapai titik ini jika mereka mau dan diiringi ragam usaha, menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti mengartikan bahwa dia unggul dalam segala hal dan lebih baik dari siapapun. Sesuai dengan karakternya yang process oriented ketimbang result oriented, dia melihat prestasi berdasarkan prosesnya. Setiap proses mengajarkan Ulfa banyak hal, baik itu berorganisasi, berkompetisi ataupun berkarya. Terakhir dia selalu mengatakan bahwa setiap mahasiswa mempunyai sinar dan timeline masing – masing. Tugas dari mahasiswa itu adalah memanfaatkan waktunya untuk hal yang lebih optimal dan menemukan cahaya itu dan mengontrol tingkat kecerahannya (berkembang dan berproses). Berprestasi atau tidak sekalipun bukanlah sebuah jaminan memiliki kesuksesan saat ini – kelak, namun berprestasilah sebagai kado untuk Sang Pencipta yang masih memberikan kesehatan jasmani-rohani serta waktu di dunia, orang tua kita, dan orang-orang di sekelilingnya. Dengan cara ini, Ulfa ingin memberitahukan bahwa belajar itu sepanjang hayat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *